Langsung ke konten utama

Postingan

Menuai Hikmah Kemenangan dari Pencoretan KPU

Oleh: Abd Aziz Pamekasan - Pemilihan kepala daerah dan wakil kepada daerah di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, telah digelar pada 9 Januari 2013 dan berlangsung dengan aman dan kondusif.  Sebanyak tiga pasangan cabup/cawabup bersaing dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Masing-masing pasangan calon Al-Anwari-Kholil (Ahok) dengan nomor urut 1, KH Kholilurrahman-Masduki (Kompak) dengan nomor 2 dan pasangan cabup/cawabup Achmad Syafii-Kholil Asy'ari (Asri) dengan nomor 3.

Politik Uang Warnai Proses Pilkada Pamekasan

Pamekasan - Dugaan praktik politik uang dan penyebaran undangan ganda mewarnai proses politik memperebutkan jabatan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.  Praktik politik uang diduga terjadi di Desa Bangsareh, Kecamatan Batumarmar, yang dilakukan oleh Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Mat Lawi di tempat pemungutan suara (TPS) 11.  "Si Mat Lawi ini memberikan uang kepada pemilih sebesar Rp15.000 per orang saat menyebarkan undangan kepada pemilih di sana," kata Ketua Panwascam Batumarmar, Fauzi, Selasa malam.

Catatan Akhir Tahun - Tragedi Kemanusiaan di Sampang Belum Teratasi

Oleh: Abd Aziz Sampang - Tragedi kemanusiaan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang menimpa ratusan pengikut aliran Islam Syiah, akibat aksi penyerangan sekelompok warga pada 26 Agustus 2012, hingga saat ini belum teratasi, di mana para korban masih tinggal di lokasi pengungsian. Para korban dalam kasus tragedi kemanusiaan di Sampang, Madura ini terpaksa tinggal di tempat penampungan di gedung olahraga (GOR) Wijaya Kusuma, Sampang dengan kondisi yang sangat terbatas. Mereka juga terpaksa hidup dengan belas kasihan orang lain. Juru bicara kelompok Islam Syiah, Iklil Almilal mengaku, tidak tahu sampai kapan mereka harus tinggal di lokasi pengungsian dan kembali ke kampung halamannya di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, Sampang.

Cita-Cita Ainul Yaqin Terkubur di Kampus Pelayaran

Bangkalan - Pihak keluarga siswa pada Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya asal Bangkalan, Madura, yang meninggal dunia dengan kondisi tidak wajar di kampusnya, Minggu (30/9) menuntut keadilan.  "Kami akan menuntut keadilan kepada BP2IP karena anak kami mati dengan kondisi tidak wajar," kata orang tua korban, Achmad Djailani, Senin.  Anaknya, Ainul Yaqin (19) pada Minggu (30/9) malam dipulangkan oleh BPIP Surabaya dalam keadaan tewas dengan kondisi tubuh lebam, rahangnya patah, serta mulutnya mengeluarkan darah.

Antara Syiah, Ahmad Wahib, dan Tafsir Fanatisme

"Aku belum tahu apakah Islam itu sebenarnya. Aku baru tahu Islam menurut Hambka, Islam menurut Natsir, Islam menurut Abduh, Islam menurut ulama-ulama kuno, Islam menurut Djohan, Islam menurut Subki, Islam menurut yang lain-lain". Dan terus terang aku tidak puas. Yang kucari belum ketemu, belum terdapat, yaitu Islam menurut Allah, pembuatnya. Bagaimana? Langsung studi Al Quran dan Sunnah? Akan kucoba. Tapi orang-orang lainpun akan beranggapan bahwa Islam yang kudapat itu adalah Islam menurut aku sendiri. Tapi biar, yang penting dalam akal sehatku bahwa yang kufahami itu adalah Islam menurut Allah". Catatan harian almarhum Ahmad Wahib, seorang wartawan Majalah Tempo asal Sampang dalam buku "Pergolakan Pemikiran Islam" memang tidak ada kaitannya dengan tragedi yang menimpa kelompok Islam Syiah pada tanggal 26 Agustus 2012. Tapi catatan yang ditulis oleh orang Sampang sendiri ini seorang telah menggiring kita untuk mengingat tragedi Sampang pada tanggal 26 Agustu...

Pesan Perdamaian dari Tragedi Sampang

Oleh  Abd Aziz SAMPANG, KOMPAS.com --Shalat Jumat warga Syiah korban penyerangan kelompok anti-Syiah di Gedung Olahraga (GOR) Wijaya Kusuma, Sampang, Madura, menyampaikan pesan perdamaian dan pentingnya kerukunan sesama umat Islam. Pesan perdamaian itu damai disampaikan Ketua Dewan Syuro Ahlulbait Indonesia (Abi) Doktor Umar Shahab selaku khatib pada shalat Jumat (31/8). Dalam khutbahnya, Umar menjelaskan, musibah yang menimpa kaum Syiah di Sampang adalah ujian dari Allah SWT seperti telah ditegaskan dalam Al Quran. "Allah akan menguji kamu dengan rasa takut dan rasa lapar," katanya menjelaskan.

Menyemai Benih Perdamaian dari Tragedi Sampang (3)

Pascakonflik berdarah itu, berbagai pihak di lingkungan Pemkab Sampang, terus melakukan berbagai upaya pendekatan untuk meredam gejolak massa. Salah satunya seperti yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang). Lembaga ini terus berupaya melakukan pendekatan terhadap para ulama dan tokoh masyarakat setempat guna menyelesaikan konflik horizontal di wilayah itu. "Sampai saat ini, kami terus berupaya melakukan pendekatan agar para ulama di Sampang ini bisa membantu ikut meredam konflik di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang," kata Kepala Bakesbang Sampang Rudi Setiadi.