Langsung ke konten utama

Mimpi Pemimpin Muda Pamekasan itu terwujud di Islamic Centre

AbdAziz.Info - "Kami bermimpi, apabila nanti ditakdirkan oleh Allah SWT dan dipercaya masyarakat memimpin Pamekasan, maka yang hendak kami utamakan adalah pada peningkatan pelayanan publik, disamping kemudahan bagi masyarakat umum untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak. Kami akan menjadikan diri kami sebagai pelayan ummat dan akan kami jadikan jabatan ini sebagai wasilah untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat,".

Kalimat ini disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat acara debat kandidat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dan disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi swasta di Jawa Timur pada April 2018, dua bulan sebelum pengutan suara berlangsung.

Baddrut menggunakan kata mimpi karena keinginannya dalam meningkatkan pelayanan publik dengan mendirikan Mal Pelayanan Publik, dinilai terlalu tinggi, apalagi pada periode pertama kepemimpinan dirinya. Sesuatu yang dirasa sulit terwujud. Sebab kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah maju dalam bidang pelayanan publik, seperti Kota Surabaya dan Kabupaten Banyuangi, baru bisa mendirikan Mal Pelayanan Publik pada periode kedua kepemimpinan mereka.

Sebagian masyarakat Pamekasan kala itu menilai, program Cabup Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja`e terlalu ideal. Akan tetapi tidak sedikit yang mengapresiasi, karena mimpi dalam mewujudkan cita-cita luhur, memang harus terbangun dari cita-cita baik dengan niat yang baik pula.

Namun, setelah duet pasangan pemimpin muda ini terpilih dan dilantik oleh sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan periode 2018-2023, Baddrut Tamam malah menjadikan peningkatan pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik masuk dalam program seratus hari kerja.

Dalam berbagai pertemuan dengan masyarakat, mantan anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, program percepatan pembangunan Pamekasan dan layanan publik itu dilakukan, untuk menggambarkan wajah Pamekasan di lima tahun yang akan datang.

"Untuk melihat seperti apa wajah Pamekasan lima tahun yang akan datang, maka bisa dilihat sejak saat tahun 2018 di setarus harus kepemimpinan saya bersama Pak Raja`e, karena semua pondasi pemerintahan untuk lima tahun yang akan datang akan kami tentukan saat ini juga," ujar Baddrut Tamam.

Sejak menjabat sebagai pemimpin Pamekasan, bupati muda ini, memang banyak melakukan program prestisius yang berkaitan dengan janji politiknya saat kampanye sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, baik di bidang kesejahteraan rakyat dan layanan publik dan pengembangan usaha mikro dan potensi unggulan Pamekasan, terutama batik tulis, Pamekasan.

Upaya meningkatkan pemasaran batik tulis Pamekasan dilakukan dengan menggencarkan promosi bersama tiga pemkab lain di Madura, yakni Sumenep, Sampang dan Pemkab Bangkalan, bekerja sama dengan Smesco Indonesia, selama dua hari pada 28-29 November 2018.

Pada penguatan di tingkat lokal Pamekasan, Bupati Baddrut Tamam mengharuskan semua mobil dinas di lingkungan Pemkab Pamekasan dibranding batik tulis dan itu dimulai dari mobil dinas pribadinya. Sedangkan di bidang pelayanan dengan mendirikan Mal Pelayanan Publik.


Inovasi Revolusi Industri 4.0
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, peningkatan pelayanan kepada masyarakat merupakan hal penting untuk dilakukan. Disamping perlu penyesuaian dengan kemajuan teknologi informasi, juga sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pengabdian kepada kepada masyarakat, sebagai implementasi dari nilai-nilai ke-Islam-an.

Era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

Era ini telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi (disruptive technology) hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan lembaga social dan politik yang merasa nyaman dengan pola lama dan tidak mau beradaptasi dengan dunia masa kini.

"Dalam konteks relasi negara dengan rakyat, era disruptif ini telah mendatangkan ancaman yang nyata bagi organisasi pemerintah, dalam hal ini adalah birokrasi. Birokrasi dituntut berubah dengan cepat, kreatif, lincah, partisipatif dan akuntabel," kata Baddrut.

Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta tekhnologi. Pengelolaan pemerintahan di tingkat daerah, dituntut untuk bekerja dengan cepat, kreatif dan inovatif.

Maka, melalui kebijakan desentralisasi pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik. Hal ini perlu dilakukan untuk pemerataan pembangunan dan berkualitas.

Di satu sisi, tuntutan masyarakat mengharuskan aparat Pemerintah daerah/kota mampu untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas untuk masyarakat.

Pelayanan publik di daerah masih menjadi isu kebijakan yang semakin strategi karena perbaikan pelayanan publik di daerah cenderung berjalan di tempat, sedangkan implikasinya sangat luas dalam kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Masih banyaknya masalah yang terkait dengan pelayanan publik di daerah pascapelaksanaan otonomi daerah, dipandang perlu dalam proses pelayanan publik untuk menjawab tuntutan masyarakat dalam upaya peningkatan pelayanan publik yang semakin maju dan berkembang.

Proses penyederhanaan ini, sambung dia, pada awalnya dimulai dari pihak pemerintah untuk melakukan pembaharuan. Pembaruan yang dimaksud yaitu dengan menciptakan "enterpreneur minded" dalam organisasi dan menciptakan organisasi pemerintah yang memiliki sistem pembaharuan diri.

Maka, melihat kenyataan tersebut, dengan melandaskan pada Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Instruksi Presiden Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha, serta berbagai landasan hukum lainnya, dan mengacu kepada janji politik pasangan "Berbaur (Baddrut Tamam dan Raja`e)" terkait penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, bersih, kreatif, inovatif serta akuntabel, pasangan pemimpin muda Pamekasan akhirnya meluncurkan Mal Pelayanan Publik pertama di Pulau Madura.

Dalam Mall Pelayanan Publik tersebut, terdapat 54 jenis jumlah layanan perizinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan 7 jenis layanan perizinan non-OPD, seperti pajak reklame, pajak PBB, sewa videotron, sewa gedung Serba Guna, sewa Gedung Islamic Centre, dan rekom kegiatan untuk skala kabupaten.

"Launching Mal Pelayanan Publik dimaksudkan untuk mempercepat proses layanan publik, serta peningkatan kondisi ekonomi, menuju Pamekasan Hebat, bajhrarajha tor parjugha," kata Baddrut Tamam.

"Pamekasan Hebat" merupakan takeline kepemimpinan Baddrut Tamam-Raja`e, sedangkan bajhrarajha tor parjugha, memiliki arti beruntung, makmur dan berwibawa.

Peluncuran Mal Pelayanan Publik yang berlokasi di lantai dasar Gedung Islamic Centre Pamekasan ini ditandai dengan pelepasan balon, seusai acara apel bersama dari semua satuan kerja perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab setempat.

Menurut bupati, program prestisius ini sengaja diluncurkan sebelum pergantian tahun 2019, karena merupakan bagian dari 100 hari kepemimpinan dirinya. Dengan adanya Mal Pelayanan Publik ini, maka masyarakat yang hendak mengurus perizinan akan lebih mudah, karena dengan datang kesatu tempat, mereka sudah bisa mengurus berbagai kelengkapan yang berkaitan dengan perizinan.

Peluncuran yang ditandai dengan pelepasan balon untuk duet pemimpin muda yang sama-sama masih berusia 42 tahun ini mendapatkan apresiasi positif dari berbagai kalangan di Pamekasan apalagi program itu terealisasi pada hari ke-56 kepemimpinan Baddrut-Raja`e.

Setelah apel peluncuran, Bupati Baddrut Tamam bersama Wakilnya Raja`e disertai unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat selanjutnya memotong pita Mall Pelayanan Publik di lantai dasar Gedung Islamic Centre itu.

Bupati bersama Wabup serta Forpimda Pemkab Pamekasan selanjutnya meninjau satu persatu layanan publik dan layanan perizinan yang ada di Mal Pelayanan Publik itu.


Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan
Direktur Inkubator Bisnis Universitas Madura (Unira) Pamekasan Dr Gazali menilai, Mal Pelayanan Publik yang diluncurkan duet pemimpin muda Pamekasan yakni Babrrut Tamam dan Raja`e itu akan berdampak positif pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sebab, salah satu faktor dalam mendorong kemajuan usaha dan pertumbuhan ekonomi adalah kemudahan dalam mengurus perizinan. "Melalui Mal Pelayanan Publik ini, Pemkab Pamekasan berarti memiliki komitmen baik merangsang pertumbuhan ekonomi di Pamekasan ini," ujar Gazali.

Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Pamekasan ini menyatakan, selama ini yang sering menjadi keluhan pelaku usaha atau investor yang hendak berinvestasi di Kabupaten Pamekasan adalah sistem perizinan yang rumit dan dinilai berbelit-belit.

Dampak positif keberadaan Mal Pelayanan Publik ini juga dimanfaatkan oleh Unira Pamekasan dengan membuka layanan konsultasi bisnis bagi masyarakat yang hendak mengembangkan usaha mereka.

Ada tiga jenis pelayanan yang dibuka Unira di Mall Pelayanan Publik Pemkab Pamekasan yang bertempat di lantai dasar gedung Islamic Centre, Pamekasan itu. Masing-masing konsultasi bisnis dan kewirausahaan, pendidikan dan pelatihan, serta pembinaan supervisi.

"Tapi, tentunya, pelaksanaan dari Mal Pelayanan Publik ini perlu terus dievaluasi agar terus menjadi lebih baik," kata mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan itu. (Jatim.AntaraNews.Com, 18 Desember 2018)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Jalan Tengah Mengatasi Peredaran "Rokok Durno" di Madura

PAMEKASAN -  Peredaran rokok ilegal akhir-akhir ini semakin marak, menyebar di berbagai wilayah di negeri ini, tak terkecuali di empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur; Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Rokok tanpa pita cukai atau yang dikenal oleh masyarakat Madura dengan sebutan  rokok durno  itu menunjukkan volume peredaran yang cenderung meningkat secara fantastis. Harga yang jauh lebih murah dengan rasa dan aroma yang tidak kalah dari rokok legal menjadi pertimbangan khusus bagi para perokok. Ratusan merk rokok yang tidak dilekati pita cukai ini banyak terpajang di berbagai toko kelontong, pasar tradisional, hingga di warung-warung kopi pedesaan dengan harga jual yang jauh lebih murah dibanding rokok bercukai, yakni antara Rp8 ribu hingga hingga Rp15 ribu. Para produsen nampaknya juga telah memahami sasaran dan kebutuhan pembeli, sehingga banyak di antara mereka memproduksi rokok menyerupai merek yang telah dikenal luas di masyarakat. Di berbagai acara...

Sinergi Pemerintah Pusat-Daerah Kembangkan Usaha Mikro

Pamekasan - Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan ekonomi sangat dibutuhkan, terutama dalam menyukseskan pengembangan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan sinergi dalam artian terlaksana program yang saling membantu dan menguntungkan, akan mempercepat terwujudnya pelaku usaha yang kreatif dan memiliki kemampuan memadai, di samping akan bisa membangun akses jaringan yang lebih luas. Hakikat dari pertumbuhan ekonomi, menurut dia, apabila jaringan usaha semakin luas, kemampuan atau sumber daya manusia (SDM) memadai, dan kemampuan melakukan inovasi produk usaha yang terus menerus atau berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal itu, akses jaringan harus diperluas, di samping penting pula untuk memahami kebutuhan pasar dan membuka akses pasar baru dengan mempertimbangkan kebutuhan di daerah lain, baik tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional atau global. "Di sinilah pentingnya adanya sinergi...

Ibu Hebat itu akan Melahirkan Generasi Hebat

AbdAziz.Info -  Kaum perempuan dari sejumlah organisasi wanita terlihat antusias mengikuti upacara peringatan Hari Ibu di Lapangan Pendopo Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, Sabtu (22/12) pagi. Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ibu bertema "Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-Laki dalam Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Bangsa". "Peringatan Hari Ibu ini dibarapkan bisa meningkatkan potensi dan peran aktif kaum perempuan dalam berbagai sektor," kata Bupati Baddrut Tamam saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise dalam upacara itu. Ketahanan keluarga dan pentingnya peran ibu, menjadi tema pokok pada Peringatan Hari Ibu ke-90 tahun ini, dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, karena "Ibu" merupakan dasar atau pondasi pembentukan karakter bagi anak. "Al-Ummu Madrasatul Ula (ibu merupa...