Langsung ke konten utama

Ibu Hebat itu akan Melahirkan Generasi Hebat

AbdAziz.InfoKaum perempuan dari sejumlah organisasi wanita terlihat antusias mengikuti upacara peringatan Hari Ibu di Lapangan Pendopo Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, Sabtu (22/12) pagi.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ibu bertema "Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-Laki dalam Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Bangsa".

"Peringatan Hari Ibu ini dibarapkan bisa meningkatkan potensi dan peran aktif kaum perempuan dalam berbagai sektor," kata Bupati Baddrut Tamam saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise dalam upacara itu.

Ketahanan keluarga dan pentingnya peran ibu, menjadi tema pokok pada Peringatan Hari Ibu ke-90 tahun ini, dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, karena "Ibu" merupakan dasar atau pondasi pembentukan karakter bagi anak.

"Al-Ummu Madrasatul Ula (ibu merupakan sekolah pertama), sebagaimana peribahasa Arab atau Al-Jannatu Tahta Aqdamil Ummahad (surga berada dibawah telapak kaki ibu)" menunjukkan betapa ibu memiliki peran penting dalam membina dan mencetak karakter anak yang merupakan calon generasi muda bangsa, sebagai pemegang estafet tonggak sejarah bangsa pada masa-masa yang akan datang.

Dengan demikian, generasi hebat, tentu tidak akan terwujud begitu saja, akan tetapi melalui peran ibu yang hebat pula. "Karena itu, saya meyakini bahwa melalui ibu yang hebat ini, akan terwujud pula generasi masa depan yang hebat," kata istri Bupati Pamekasan Naila Baddrut Tamam.

Dalam konteks ini, Naila sebenarnya ingin menekankan betapa penting peran seorang ibu sebagai "Al-Madrasatul Ula" dalam ikut menentukan arah dan pola pikir generasi muda, serta pembinaan generasi muda, melalui pendidikan pertama di lingkungan keluarga.

Bahkan, ia meyakini peran ibu dan kaum perempuan bukan hanya dalam konteks wilayah domistik, yakni rumah tangga, akan tetapi juga pada wilayah publik, termasuk dalam dunia politik.

"Saya setuju dengan ungkapan yang sering disampaikan suami saya, bahwa dibalik kesuksesan dan peran laki-laki hebat, ada peran perempuan dan istri yang hebat pula yang setia dan selalu memberikan dukungan guna meraih kesuksesannya," ujar perempuan peraih nominasi "Madura Award 2018" dalam kategori Tokoh Perempuan Terpopuler yang digelar Harian Radar Madura pada 21 Desember 2018 itu.

Oleh karenanya, Naila memandang penting peringatan Hari Ibu tahun ini sebagai ajang untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri bagi semua kalangan, masyarakat, tokoh politik, agama dan organisasi kemasyarakatan, agar nilai-nilai moral untuk menghormati kaum ibu dan kaum perempuan secara umum hendaknya ditingkatkan.

Peringatan hari ibu, kata dia, harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi bersama. Peringatan hari ibu tidak hanya dimeriahkan dengan menggelar upacara, akan tetapi yang lebih penting adalah bisa menumbuhkan nilai-nilai baik agar terwujud kebaikan bersama dalam berbagai lingkup kehidupan sosial masyarakat.

Reflekasi Hari Ibu di Pamekasan
Di Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, perayaan menyambut Hari Ibu Ke-90 ini tidak hanya dilakukan dengan menggelar upacara saja, akan tetapi melalui beragam kegiatan.

Selain upacara bendera, pada peringatan Hari Ibu tersebut Pemkab Pamekasan juga menyerahkan bantuan kepada sekitar 40 orang perempuan lanjut usia.

Menurut Naila Baddrut Tamam, bantuan kepada puluhan orang perempuan lanjut usia dari keluarga kurang mampu itu sebagai wujud komitmen dan rasa syukur Pemkab Pamekasan atas peran dan jasa kaum perempuan dalam ikut mewujudkan dan membina generasi muda bangsa.

"Nilai bantuan yang kami berikan memang tidak seberapa. Akan tetapi, melalui kegiatan itu, kami ingin menggugah kesadaran publik di Pamekasan ini agar peran kaum ibu dan kaum perempuan lainnya ditempatkan pada tempat yang semestinya sebagaimana memang telah menjadi tuntunan agama," ujar Naila Baddrut Tamam.

Kalangan aktivis mahasiswa merayakannya dengan membagi-bagi bunga kepada masyarakat di sekitar kota Pamekasan. Salah satunya, seperti yang digelar Korps Perempuan Mahasiswa Islam Indonesia (Korpri).

Aktivis organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan ormas Nahdlatul Ulama (NU) ini, menggelar aksi bagi-bagi bunga di sekitar Kota Pamekasan, dengan tujuan agar momentum peringatan Hari Ibu bisa dimaknai sebagai hari cinta damai dengan senantiasa menghormati peran kaum ibu.

Para aktivis mahasiswa organisasi ektra kampus di Pamekasan ini meyakini, bahwa nilai moral agama Islam yang menempatkan kaum perempuan dan ibu sabagai sosok yang harus dihormati adalah nilai moral yang merepresentasikan betapa ibu dan kaum perempuan lainnya memiliki peran mulia bagi semua insan manusia.

Sedangkan komunitas pegiat seni budaya di Pamekasan, merayakan Hari Ibu Ke-90 itu dengan menggelar pentas seni budaya di Pendopo Budaya Wakil Bupati Pamekasan.

Menurut pembinan komunitas Seni Anggar Makan Ati Pamekasan Halifaturrahman, seniman memang memiliki cara berbeda dalam mengkampanyekan nilai-nilai moral pada peringatan Hari Ibu Ke-90 kali ini.

"Ini adalah cara kami dalam merefleksikan nilai-nilai moral yang harus diimplementasikan bagaimana menghormati hari ibu," ujar Mamang sapaan karib Halifaturrahman itu.

Pada pementasan itu, para seniman dan budayawan yang diundang hadir menampilkan puisi bertema "Ibu". Tujuannya mengajak masyarakat merenungkan akan hakikat penting akan peran, dan jasa ibu dalam kehidupan sehari-hari dan peran aktif ibu dalam mewujudkan generasi muda bangsa sebagai estafet penerus perjuangan bangsa di masa-masa yang akan datang.

Mewujudkan Pamekasan Hebat
Jargon "Pamekasan Hebat" merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan kepemimpinan Baddrut Tamam dan Rajae (Berbaur) dengan mengacu kepada konsep normatif Islam yang mengharuskan penganutnya berbaik sangka (husnus dzan), melalui pilar ideologis dan kerja kemanusiaan, yakni beriman, berilmu dan beramal.

Menurut bupati, cita ideal "Pamekasan Hebat" ini akan terwujud apabila didukung oleh kelompok terkecil dalam sebuah masyarakat, yakni keluarga. Sedangkan tokoh kunci dalam sebuah keluarga adalah "ibu".

"Peran pendidikan keluarga yang bertumpu pada kaum ibu ini yang saya kira akan memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan cita ideal Pamekasan hebat, yakni Pamekasan yang radjhabajrha, tor parjugha," ujar Baddrut.

Rajha berarti makmur, bajrha berarti mujur dan parjugha berarti disegani atau berwibawa.

Oleh karenanya, sambung dia, peringatan Hari Ibu Ke-90 tahun ini, hendaknya harus menjadi tumpuan refleksi dan evaluasi bersama dalam mewujudkan cita ideal Pamekasan Hebat.

Bagi bupati muda ini, peran kaum ibu dan kaum perempuan memberikan dukungan yang positif, karena dibalik sosok pemimpin laki-laki hebat, tidak lepas dari dorongan atau motifasi dari istri dan orang tua perempuan yang hebat pula.

"Jadi, tumpuan cita ideal `Pamekasan Hebat` yang kami canangkan bersama pak Wabup Pamekasan ini, adalah pada komunitas terkecil dalam sebuah keluarga, dalam hal ini pada kaum ibu dan kaum perempuan sebagai `al-madrasatul-ula," ujar Baddrut Tamam.

Oleh karenanya, ia mengajak semua elemen dan lapisan masyarakat agar momentum peringatan Hari Ibu Ke-90 itu, dijadikan momentuk evaluasi dan refleksi diri, dalam menempatkan peran kaum perempuan pada posisi yang sejajar, saling melengkapi dan saling menghormasi dalam mengarungi bahtera rumah tangga, dalam membangun dan mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik. (Jatim.Antaranews.Com, 23 Desember 2018)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Jalan Tengah Mengatasi Peredaran "Rokok Durno" di Madura

PAMEKASAN -  Peredaran rokok ilegal akhir-akhir ini semakin marak, menyebar di berbagai wilayah di negeri ini, tak terkecuali di empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur; Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Rokok tanpa pita cukai atau yang dikenal oleh masyarakat Madura dengan sebutan  rokok durno  itu menunjukkan volume peredaran yang cenderung meningkat secara fantastis. Harga yang jauh lebih murah dengan rasa dan aroma yang tidak kalah dari rokok legal menjadi pertimbangan khusus bagi para perokok. Ratusan merk rokok yang tidak dilekati pita cukai ini banyak terpajang di berbagai toko kelontong, pasar tradisional, hingga di warung-warung kopi pedesaan dengan harga jual yang jauh lebih murah dibanding rokok bercukai, yakni antara Rp8 ribu hingga hingga Rp15 ribu. Para produsen nampaknya juga telah memahami sasaran dan kebutuhan pembeli, sehingga banyak di antara mereka memproduksi rokok menyerupai merek yang telah dikenal luas di masyarakat. Di berbagai acara...

Sinergi Pemerintah Pusat-Daerah Kembangkan Usaha Mikro

Pamekasan - Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan ekonomi sangat dibutuhkan, terutama dalam menyukseskan pengembangan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan sinergi dalam artian terlaksana program yang saling membantu dan menguntungkan, akan mempercepat terwujudnya pelaku usaha yang kreatif dan memiliki kemampuan memadai, di samping akan bisa membangun akses jaringan yang lebih luas. Hakikat dari pertumbuhan ekonomi, menurut dia, apabila jaringan usaha semakin luas, kemampuan atau sumber daya manusia (SDM) memadai, dan kemampuan melakukan inovasi produk usaha yang terus menerus atau berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal itu, akses jaringan harus diperluas, di samping penting pula untuk memahami kebutuhan pasar dan membuka akses pasar baru dengan mempertimbangkan kebutuhan di daerah lain, baik tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional atau global. "Di sinilah pentingnya adanya sinergi...